blank

Scraped Surface Heat Exchanger (SSHE)

User avatar placeholder
Written by Karina Salma

29/01/2026

Scraped Surface Heat Exchanger (SSHE) merupakan peralatan krusial dalam industri pangan yang dirancang untuk memproses produk dengan viskositas tinggi, seperti selai, saus, atau produk susu kental. Fungsi utamanya adalah untuk melakukan perpindahan panas (pemanasan atau pendinginan) secara efisien sambil meminimalkan kerusakan produk akibat gesekan atau penempelan.

Mekanisme kerja SSHE melibatkan sebuah rotor berputar di dalam silinder stasioner. Permukaan silinder dilapisi dengan bilah pengikis (scrapers) yang terpasang pada rotor. Saat produk mengalir melalui celah antara silinder dan rotor, bilah pengikis secara terus-menerus membersihkan permukaan silinder, mencegah penempelan produk dan memastikan perpindahan panas yang optimal. Panas ditransfer melalui dinding silinder ke produk, atau sebaliknya, tergantung pada aplikasi pemanasan atau pendinginan.

Aplikasi industri SSHE sangat luas, mencakup produk-produk seperti selai buah, saus tomat, puree sayuran, produk cokelat, margarin, es krim, yogurt kental, dan berbagai produk olahan susu lainnya yang memiliki karakteristik viskositas tinggi.

Parameter/Fitur Spesifikasi/Keterangan
Tipe Alat Scraped Surface Heat Exchanger (SSHE)
Fungsi Utama Pemanasan/Pendinginan Produk Viskositas Tinggi
Komponen Kunci Silinder, Rotor, Bilah Pengikis (Scrapers)
Prinsip Kerja Perpindahan Panas Konduksi dan Konveksi dengan Pengadukan Mekanis
Kecepatan Rotor (Produk Viskositas Tinggi) Disesuaikan dengan viskositas spesifik produk. Untuk produk seperti selai, kecepatan rotor yang lebih rendah umumnya direkomendasikan untuk meminimalkan gesekan berlebih dan kerusakan mekanis, namun tetap cukup untuk memastikan pengikisan permukaan yang efektif dan perpindahan panas yang baik. Rentang tipikal dapat bervariasi, namun seringkali berada di kisaran 100-300 RPM, tergantung pada desain spesifik dan karakteristik produk.
Material Kontak Pangan Umumnya Stainless Steel (misalnya SS304, SS316)
Aplikasi Produk Selai, Saus, Puree, Cokelat, Margarin, Produk Susu Kental, dll.

Penggunaan SSHE menawarkan beberapa manfaat signifikan bagi industri pangan. Efisiensi perpindahan panas yang tinggi memungkinkan proses pemanasan atau pendinginan yang lebih cepat dan merata, yang berkontribusi pada peningkatan kualitas produk dan umur simpan. Kemampuan untuk memproses produk viskositas tinggi tanpa kerusakan mekanis yang berarti menjaga integritas tekstur dan rasa produk. Selain itu, desain yang higienis memfasilitasi pembersihan yang mudah, mengurangi risiko kontaminasi silang dan waktu henti produksi.

Riset menunjukkan bahwa penentuan kecepatan rotor pada SSHE merupakan parameter operasional yang kritis, terutama untuk produk dengan viskositas tinggi seperti selai. Kecepatan yang tidak tepat dapat menyebabkan masalah seperti pemanasan berlebih lokal, degradasi tekstur, atau bahkan kegagalan pengikisan permukaan. Oleh karena itu, kalibrasi kecepatan rotor berdasarkan karakteristik reologi produk sangat esensial untuk mencapai kinerja optimal dan kualitas produk yang konsisten.

🎓 Catatan Penulis: Karina Salma

Artikel ini disusun oleh mahasiswa Teknologi Pangan sebagai rangkuman studi literatur akademik dan spesifikasi mesin industri. Konten ini bertujuan sebagai referensi awal R&D.

Anda praktisi lapangan yang menggunakan mesin ini? Mari berdiskusi atau koreksi data ini untuk kemajuan bersama.

Connect dengan Karina di LinkedIn »

Image placeholder

Karina Salma – Administrator & Future Food Technologist. Mahasiswi Sains & Teknologi S1 Teknologi Pangan IKOPIN University dan Administrator platform teknologi pangan: teknologipangan.id | pangantech.com | teknologipangan.biz.id | tekpang.com | foodtech.biz.id. Sebagai alumni SMA Darunnadwah (Pondok Alumni Gontor), saya menggabungkan disiplin dan tanggung jawab dengan wawasan sains modern untuk mendukung perkembangan industri pangan Indonesia. Aktif dalam manajemen informasi pangan, pendampingan UMKM, serta membuka peluang kolaborasi industri dan Instansi. Terbuka untuk kesempatan magang, volunteering, dan kerjasama strategis yang berkaitan dengan teknologi pangan.

Leave a Comment